This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Laporan Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Utama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2021

VISI, MISI, dan PROGRAM KERJA BARU CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN BEM SERTA HARAPAN MAHASISWA UNTUK MEREKA.



Reporter : Oktavia Ratnasari

Editor : Amira Syifanida 

Bojonegoro, C-Media – Setelah dilaksanakan kemarin pemilihan raya presiden dan wakil Presiden  BEM STIE Cendekia Bojonegoro untuk kelas B dan C, selanjutnya diadakan untuk kelas A prodi Akuntansi dan Manajemen yang diadakan di kampus STIE Cendekia Bojonegoro, Senin (18/01/21) pukul  09.00 WIB berlangsung dengan khidmat dan tempat pencoblosan untuk kelas A terdapat di Hall A dengan protokol kesehatan tetap dilakukan .

                Calon pasangan 1 Presiden BEM, Nurrahma Luckysyah. Mengatakan Visi dan Misi. Untuk Visi,  “Mewujudkan kepedulian dan kekeluargaan antar mahasiswa STIE Cendekia Bojonegoro” yaitu bagaimana mengendalikan Pro dan Kontra antar ORMAWA seperti masalah biaya, tidak berjalan nya UKM, dll dan menjadikan ORMAWA kampus menjadi Aktif dikarenakan  STIE Cendekia Bojonegoro pernah menduduki rangking 99 kemahasiswaan Se-Indonesia dengan cara merangkul dan peduli secara kekeluargaan.

 Dengan Misi yang pertama, “Menjalankan program Kerja yang berbarengan TRI DHARMA Perguruan Tinggi”. TRI DHARMA Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan pengabdian masyarakat , Paslon 1 juga akan bekerjasama dengan G-Mail untuk bagaimana melakukan penelitian yang  baik dan benar, kita diharuskan untuk belajar dari itu dan saling melengkapi satu sama lain. Kedua, “Menjalin Hubungan baik antar organisasi dengan warga luar kampus” Dikampus terdapat organisasi Internal dan Eksternal, dengan merangkul mereka dan mengadakan acara kombinasi antar organisasi luar dan dalam dengan di musyawarahkan bersama. Ketiga, “mengembangkan kepedulian dengan sikap kebersamaan kekeluargaan dalam organisasi” Misi yang ketiga ini masuk kedalam kegiatan visi. Keempat, “Menjadi wadah aspirasi bagi siswa STIE Cendekia Bojonegoro” Dalam acara talkshow kemarin yang sudah dilaksanakan dengan Via Google Meet, Minggu (03/01/21) dengan cara membuat kotak inspirasi untuk menampung seluruh aspirasi mahasiswa dari Kelas A,B dan C.

 Inti dari Visi dan Misi Paslon 1 adalah kekeluargaan, kepedulian, dan kebersamaan jika tidak ada ketiga hal itu akan ada yang kurang didalam Organisasi.  Menurut Paslon 1 bukan tentang kelayakan namun tentang pengalaman yang telah mereka dapatkan di Organisasi, dengan mengasah jiwa kepepimpinan yang ada mereka berani maju untuk mencalonkan diri. Dengan Progam Kinerja Baru yaitu Pameran kewirausahaan yang akan diadakan 4 Bulan sekali. 

 Sementara itu, salah satu mahasiswa STIE Cendekia Bojonegoro  kelas A yang bernama Widya Septiana berharap STIE Cendekia Bojonegoro lebih baik lagi dan program-program nya lebih unggul . Kesan dan Pesan untuk Presiden dan Wakil Presiden BEM untuk kedepannya bisa menjalankan kegiatannya di masa pandemic ini lebih baik dan dengan lancar bisa membawa STIE Cendekia Bojonegoro ini ke kancah Nasional.

Senin, 28 September 2020

Makna Dibalik Akreditasi

Oleh: Hermawan B. Prasetiyo, SE, MSA, Ak.
Kaprodi Akuntansi, Hermawan B. Prasetiyo, SE., MSA, Ak 

Editor: Novianita Sari

      Akreditasi sejatinya adalah sebuah harapan bagi setiap perguruan tinggi. Tak terkecuali bagi STIE Cendekia yang pada tahun 2019 lalu, salah satu prodinya yakni akuntansi memperoleh akreditasi B. hal ini tentunya menjadi kebahagiaan bagi semua civitas akademika di STIEKIA. 

      Tidak mudah untuk mendapatkan akreditasi B. kami segenap dosen dan karyawan serta seluruh mahasiswa terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pencapaian tersebut. Lama waktu yang dibutuhkan dalam proses persiapan akreditasi adalah berbulan-bulan bahkan mendekati hitungan tahun. Kami berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan angka akreditasi itu menjadi B. dan ini juga tidak lepas dari doa seluruh civitas akademika dan pihak-pihak lain yang cinta terhadap prodi akuntansi secara khusus dan STIEKIA secara umum. Lalu apa makna sebenarnya dari akreditasi itu? Apakah hanya sebagai simbol bergengsi yang dimiliki oleh prodi? Atau sebagai cerminan pelaksanaan Tri Dharma yang sudah dilakukan? Atau bahkan tantangan yang harus dikejar oleh STIEKIA? Berikut beberapa makna akreditasi yang dijelaskan oleh Pak wawan Selaku Kaprodi Akuntansi. 

1. Akreditasi bermakna harapan 
    Harapan bisa berarti harapan semua pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal. Pada aspek internal terdapat yayasan, kampus, dosen, karyawan, dan mahasiswa. Yayasan tentu menginginkan setiap prodinya memiliki akreditasi yang baik. Hal ini dikarenakan, yayasan selalu mempunyai visi misi yang harus diwujudkan melalui lembaga yakni STIEKIA untuk mencapainya. Nah, salah satunya adalah akreditasi. Jika akreditasi semakin baik, maka yayasan merasa bangga ikut mengantarkan lembaganya menjadi perguruan tinggi yang baik dan bisa dikenal oleh masyarakat luas. Kampus, makna harapan terhadap akreditasi adalah bahwa kampus STIEKIA akan dikenal di masyarakat sehingga menyebabkan banyak mahasiswa yang ikut daftar untuk kuliah di STIEKIA. Semakin besar mahasiswa yang kuliah, maka kampus akan semakin maju, baik dalam hal prestasi maupun prasarananya. Dosen, dosen berharap bahwa dengan adanya akreditasi, maka salah satu benefitnya adalah akan ada banyak hibah-hibah yang diberikan baik melalui pemerintah maupun swasta yang juga sekaligus menjalin kerja sama dengan lembaga dan dosen sebagai tenaga ahlinya dalam memberi pelayanan, baik kepada mahasiswa maupun kepada masyarakat. Karyawan, dengan akreditasi meningkat yang berdampak pada jumlah mahasiswa yang akan berkuliah maka secara tidak langsung kesejahteraan kepada karyawan juga akan meningkat. Kesejahteraan juga bermakna bahwa kampus akan menjadi salah satu tempat berpijaknya karir bagi alumninya sendiri. Mahasiswa, bagi mahasiswa akreditasi sangat penting. Salah satu utamanya adalah agar saat lulus nanti mahasiswa mendapat pengakuan dari pihak ekskternal terutama bagi yang mencari pekerjaan. Pihak penerima kerja akan lebih percaya kepada kampus yang meluluskan mahasiswanya dengan akreditasi prodi yang baik. 

2. Akreditasi bermakna capaian 
   Akreditasi bermakna capaian adalah bahwa selama menjalankan proses tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, terdapat capaian yang diraih. Semisal pada sisi pendidikan dan pengajaran, dosen melakukan proses perkuliahan dengan menggunakan metode-metode kreatif seperti video tutorial atau memberikan bekal praktik (bisa juga terjun langsung ke lapangan untuk lebih memberikan pengalaman kepada mahasiswa) dalam proses belajar mengajar. Semua proses itu menjadi capaian dari target yang telah dibuat. Lalu pihak eksternal sebagai lembaga independen yakni BAN-PT (yang mengeluarkan surat akreditasi) “memotret” kondisi real saat melakukan kegiatan pendidikan dan pengajaran di kampus. Selain menjadi capaian internal, metode ini dirasa bagus, karena akan meningkatkan poin akreditasi untuk menjadi lebih baik lagi. 

3. Akreditasi bermakna evaluasi 
   Pada aspek yang ketiga ini, lebih mengarah pada sudut pandang internal. Jika akreditasi kita baik, maka bukan berarti tidak ada yang dapat dievaluasi. Tergantung pencapaian yang akan kita inginkan. Jika target yang di inginkan tinggi, walaupun mendapat akreditasi B, namun tetap tidak pusa terhadap nilai tersebut, dan berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai yang maksimal. Nah, akreditasi menjadi titik dimana bisa mengetahui “start” untuk saat ini dan dimana capaian “finish” yang akan ditetapkan. Maka dengan begitu perubahan akan selalu tercipta dan membuat agar bergerak lebih maju tanpa terpaku pada nilai akreditasi. 

4. Akreditasi bermakna tantangan
   Untuk aspek yang keempat adalah kelanjutan dari point nomor 3. Pointnya adalah “berani tidak kita membawa dampak positif lebih besar kepada masyarakat?” acuannya bukan hanya nilai akreditasi semata tapi sudah skala global yang dipikirkan. Mungkin saja sudah bangga saat mendapatkan akreditasi B sementara kampus lain dan prodi lain masih di bawah itu. Nah, ini bukanlah tantangan yang dimaksud. Dalam bahasa populernya adalah “bergerak dari zona nyaman”. Kalau apa yang dilakukan saat ini bisa dikatakan mudah dan saat meraih kesuksesan bisa menikmatinya maka itu sedang tidak berada pada zona tantangan, melainkan zona nyaman. 

      Zona tantangan adalah tidak peduli seberapa nilai saat ini, tidak peduli kampus lain lebih tinggi atau rendah dari kampus kita dalam hal akreditasi, tetapi kata kuncinya adalah kita sebagai agent of change,seberapa dekat bisa berevolusi dengan perubahan dan perkembangan zaman. Bahkan menjadi sebuah yang unik dan independen diantara semua (berbeda dengan yang lain yang sudah ada) juga bisa dikatakan suka sekali tantangan. Seperti pak wawan ini yang mengidolakan bapak presiden kita yang sekarang, yakni bapak Joko Widodo, bahwa beliau bekerja tanpa melihat kanan dan kiri namun fokus kepada “gerbong” yang dibawanya untuk sampai kepada suatu titik dimana Indonesia Maju dan sanggup melampaui berbagai tantangan. 

      Kesimpulannya adalah berikan kepada para pembaca khususnya kepada mahasiswa, jikalau kalian sanggup maka capailah target-target yang sudah diberikan oleh kampus maupun prodi, karena itu sangat baik untuk diri kalian dalam hal pengembangan diri. Namun jika hal itu sudah dirasakan mudah (target￾target dari kampus kalian untuk belajar), maka bersiaplah untuk mengambil “porsi” yang sebenarnya yakni hidup dengan sejuta tantangan, karena tantangan itu ada di dalam individu masing-masing dan tidak bisa dicetak oleh sistem atau lingkungan apapun, namun tantangan sangat mungkin bisa dipelajari.

Sektor Ekonomi Dalam Masa Pandemi

Reporter: Vera Sintya Dwiyanti

Editor: Novianita Sari

      Virus corona pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada bulan Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus tersebut. 

      Menyikapi kasus ini pemerintah Indonesia membuat berbagai kebijakan. Mulai dari penerapan Work From Home (WFH), sosial distancing, physical distancing, sampai diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah.

      Dampak dari pandemi virus corona merabah ke segala aspek terutama pada sektor perekonomian negara Indonesia sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi sangat tidak stabil. Saat ini perekonomian Indonesia sedang mengalami tekanan yang berat, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran negara. Konsumsi dan investasi sangat menurun, penerimaan APBN berkurang, sementara pengeluaran terus bertambah untuk penanganan wabah dan penambahan jaminan sosial. 

      Terhambatnya aktivitas perekonomian secara otomatis membuat pelaku usaha melakukan efesiensi untuk menekan kerugian. Akibatnya banyak pekerja yang dirumahkan atau bahkan diberhentikan (PHK). Perusahaan hanya akan merekrut tenaga kerja yang memiliki produktivitas tinggi dan mampu mengerjakan beberapa tugas sekaligus (multitasking).

      Seiring dengan teknologi yang semakin canggih, lapangan pekerjaan akan berubah menjadi sektor robottik dan tenaga manusia sudah tidak lagi difungsikan. Lapangan usaha yang akan berkembang selama pandemi covid-19 adalah usaha yang berhubungan dengan teknologi. Tenaga kerja yang dibutuhkan juga adalah tenaga yang memiliki kemampuan di bidang teknologi. Jika sebelumnya pekerja diharapkan untuk bekerja di tempat kerja, maka selama pandemi ini pekerja harus beradaptasi dengan penerapan Work From Home (WFH). 
 
      Perubahan tidak akan terjadi dengan berdiam diri dan menunggu berakhirnya pandemi ini. Perekonomian ditengah tantangan pandemi telah digulirkan agar perekonomian Indonesia dapat bergerak dan produktivitas masyarakat dapat pulih kembali. Masyarakat harus berperan secara aktif dengan menaati protokol kesehatan.

Problematika Kuliah Daring di Masa Pandemi

Reporter: Vera Sintya Dwiyanti

Editor: Novianita Sari



      Apa itu COVID-19? Menurut World Health Organization (WHO) COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Wabah COVID-19 juga telah melanda berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan. Pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk menjaga jarak dan pembatasan sosial. 

      Kebijakan jaga jarak berakibat fatal terhadap roda kehidupan manusia. Masalah ekonomi yang paling terasa dampaknya karena hal ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Tersendatnya laju ekonomi mengakibatkan tertutupnya kebutuhan primer manusia untuk memenuhinya. Tak terkecuali bidang pendidikan ikut juga terdampak kebijakan ini. Keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan atau memindahkan proses pembelajaran dari sekolah/madrasah menjadi di rumah, membuat kelimpungan banyak pihak.


      Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah menghimbau perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pembelajaran secara online. Banyak perguruan tinggi yang cepat merespon intruksi pemerintah, tidak terkecuali Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cendekia Bojonegoro dengan mengeluarkan surat edaran tentang pencegahan penyebaran covid 19 di lingkungan STIE Cendekia Bojonegoro.

      Di surat edaran tersebut ada 4 poin dan salah satunya adalah anjuran untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui daring. Guna mendukung pembelajaran secara daring, STIE Cendekia Bojonegoro telah menyiapkan sistem pendukung akademik salah satunya yaitu classroom. Melalui sistem itu, dosen dapat mengunggah materi pembelajaran dan memberikan tugas. Biasanya berupa powerpoint, video, tulisan tangan, dan rekaman suara.

      Walaupun kebijakan pembelajaran daring bertujuan untuk membatasi jarak antar individu dan menekan penyebaran covid 19, namun metode pembelajaran daring memiliki beberapa kekurangan. Seperti tidak semua mahasiswa memiliki fasilitas yang memadai untuk pembelajaran daring. Fasilitas yang dibutuhkan seperti jaringan internet, laptop, komputer, telepon seluler, dan sebagainya. Seringkali terdapat gangguan seperti mahasiswa sulit dihubungi dan terjadi kerusakan pada peralatan yang digunakan.

       Selain itu, pembelajaran daring mengharuskan mahasiswa mengeluarkan biaya cukup mahal untuk membeli kuota data internet. Terutama jika pembelajaran dalam bentuk konferensi video pasti akan menghabiskan kuota data internet cukup banyak. Lebih lanjut, ada sebagian mahasiswa yang mengalami kesulitan sinyal seluler. Tidak semua tempat tinggal mahasiswa terdapat konektivitas sinyal yang memadai.

       Beberapa kekurangan dari metode pembelajaran daring dapat diatasi dengan mudah, tetapi di sisi lain ada kekurangan yang sulit diatasi. Harus diakui bahwa pembelajaran daring memberikan dampak terhadap materi pembelajaran. Pada awal semester, dosen membuat rencana pembelajaran memuat materi atau topik yang akan dibahas setiap pertemuan. 

       Dengan adanya kebijakan kuliah daring, rencana pembelajaran tersebut akan terganggu. Kecepatan pembahasan materi secara tatap muka berbeda dengan kecepatan pembahasan materi secara daring. Sehingga terdapat kemungkinan beberapa materi tidak sempat dibahas selama periode perkuliahan. 

       Perkuliahan tetap akan dapat berjalan baik selama terdapat kerjasama antara dosen dan mahasiswa. Bagaimanapun juga pembelajaran daring merupakan hal yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko  penyebaran covid 19 dan situasi segera membaik. Dengan diberlakukannya social distancing semoga masyarakat mematuhi hal tersebut. Setidaknya dengan melakukan kebijakan yang diterapakan pemerintah dapat membantu mengurangi angka resiko terjangkit. Sehingga situasi dapat kembali normal dan perkuliahan kembali seperti sedia kala. (*)